Bila Mertua Terlalu Ikut Campur Urusan Rumah Tangga

 DJATI FM Banda Aceh,  14-02-2017 23:12:31

  

Senior Mother Interferring With Couple Having Argument At Home

Radio Djati FM – Rekan Djati, punya orangtua kedua ‘mertua’ memang gampang-gampang susah. Selain perbedaan karakter, sikap, prinsip, budaya dan jenjang usia, membangun hubungan yang harmonis antara mertua dengan menantu memang bukan perkara sepele. Butuh dari sekedar basa-basi dan pemberian fasilitas untuk menciptakan hubungan yang baik antar keduanya. Anda yang mungkin sekarang ini sedang berpolemik dengan mertua juga mungkin paham betul bagaimana kondisi sebenarnya. Bagi si mertua, ada hal-hal krusial mengenai pernikahan anaknya yang harus diberi tahu dan dicampuri agar rumah tangga si anak kesayangan dirasa sejalan dan lancar dengan apa yang diinginkannya. Di sisi lain, bagi si menantu, ada batasan dimana orangtua kedua ini dianggap terlalu mengambil bagian padahal tidak diminta pendapat atau pertolongan.

 

Ujung-ujungnya, terjadi ‘perang dingin’ antar keduanya yang bahkan sampai pada sikap tidak ingin bertemu jika tidak terpaksa. Atau cukup bertemu saat lebaran atau perayaan keluarga besar saja. Ini yang dianggap keliru oleh psikolog Ayoe Sutomo, perihal mertua yang terlalu ikut campur urusan rumah tangga Rekan Djati dan pasangan. Sebenarnya Rekan Djati, masalah ini normatif terjadi pada setiap pasangan. Ada pasangan yang masih santai dan ‘nerima’ saja orangtua ikut campur soal urusan pengasuhan anak, ada juga yang tidak. Pada prinsipnya, sebagai anak menantu kita diwajibkan jangan cepat menarik semuanya ke perasaan. Anggap saja omongan mertua sebagai masukan positif. Toh, sekedar di’iya’kan tidak masalah demi menghormati mertua yang juga jadi orangtua kita.

 

Lalu, apa yang harus dilakukan jika mertua terlalu ikut campur urusan rumah tangga Anda?

 

Rekan Djati bisa berkomunikasi via suami. A harus bisa berkata jujur pada pasangan hal apa saja yang membuat Anda tidak nyaman dengan perlakuan atau sikap mertua. Jangan sampaikan langsung pada mertua, tapi jadikan suami sebagai jembatan komunikasi untuk menyaring perkataan yang menyinggung dan lain sebagainya. Cara lain, Rejan Djati coba posisikan diri sebagai sahabat dan anak. Pernikahan membuat Rekan Djati pun harus bisa beradaptasi dengan mertua yang juga merupakan orangtua Anda. Jangan keburu malas atau menghindar. Pahami aturan kebiasaan mertua. Anda harus peka dan menyesuaikan diri dengan orangtua.

General IT-компаниякакой нуженотличие ноутбукалучшие блендеры