Fenomena Langit Di Bulan Februari

 DJATI FM Banda Aceh,  10-02-2017 13:56:27

  

Gerhana-bulan

 

Radio Djati FM – Rekan Djati, beberapa minggu belakangan hujan turun hampir tiap hari dan langit jarang tampak cerah, para pengamat langit sebaiknya tak berkecil hati. Langit tetap menghadirkan fenomena-fenomenanya yang memukau. Februari menandai awal musim gerhana tahun 2017, dimulai dengan Gerhana Bulan Penumbra dan dua minggu kemudian Gerhana Matahari Cincin. Berikut ini daftar peristiwa gerhana di bulan Februari 2017 yang tak boleh Anda lewatkan.

 

11 Februari – Gerhana Bulan Penumbra (GBP)
Gerhana Bulan Penumbra 11 Februari jadi pembukan untuk musim gerhana tahun 2017. Berbeda dari gerhana bulan total maupun gerhana bulan sebagian, Bulan tidak akan menghilang di langit malam. Bahkan tidak mudah untuk bisa mengetahui apakah Bulan sedang berada dalam kondisi Gerhana ataukah hanya Bulan Purnama biasa. Saat gerhana bulan penumbra, Bulan hanya tampak berubah sedikit gelap, atau berkurang kecerlangannya.

 

Ketika Gerhana Bulan Penumbra, Bulan akan masuk dalam kerucut penumbra Bumi, dan tetap menerima sebagian cahaya Matahari untuk dipantulkan. Kontak pertama Gerhana Bulan Penumbra 11 Februari terjadi pukul 05:34:16 WIB. Setelah itu Rekan Djati tidak lagi berkesempatan melihat puncak gerhana karena Matahari sudah terbit. Untuk informasi Rekan Djati, puncak Gerhana Bulan Penumbra terjadi pukul 07:43:52 WIB dan gerhana berakhir pukul 09:53:26 WIB. Untuk Gerhana Bulan Penumbra 11 Februari 2017, sebagian masyarakat Indonesia bisa mengamati gerhana ini. Atau lebih tepatnya masyarakat yang berada di Sumatera, sebagian Jawa, dan sebagian kecil Kalimantan. Itupun hanya sesaat, karena gerhana dimulai ketika Bulan akan terbenam dan fajar menyingsing.

 

26 Februari – Gerhana Matahari Cincin
Rekan Djati, cincin api Matahari akan menghiasi langit dan membuat takjub semua orang yang melihatnya. Gerhana Matahari Cincin akan mengawali gerhana matahari di tahun 2017. Proses terjadinya gerhana matahari cincin sama saja dengan gerhana matahari total. Bedanya, Bulan sedang berada pada posisi yang jauh dari Bumi maka tidak seluruh piringan Bulan menutupi piringan Matahari. Karena itulah, piringan Bulan tampak lebih kecil dari piringan Matahari sehingga memberi bentuk cincin atau mungkin donat buat kita yang melihatnya. Sayangnya, kita yang tinggal di Indonesia belum berkesempatan menyaksikan atraksi cincin api ini di langit. Hanya orang-orang yang tinggal di Amerika Selatan yang dapat melihatnya.

 

Selain peristiwa-peristiwa lain yang telah disebutkan di atas Rekan Djati, awal dan akhir bulan Februari akan menjadi waktu terbaik untuk bisa menikmati keindahan langit malam. Bimasakti dapat diamati membentang dari Timur Laut ke Barat Daya.

 

Semoga langit cerah!

ноутбук 3gaml системыноутбуклобановский александрWebit Компаниякласс лобановскийалександр лобановскийkakrabota оптимизация и продвижение сайтаlanguage translationstranslation services milwaukeeгде разместить объявлениеразвитие интернет магазинаникас отзывыноутбук какой фирмы лучшепроверить ип адресмихаил безлепкин интервьюorgpoint.ru отзывыскульптурыотзывы mfxbroker

Komentar

Counting


LATEST TUNE-IN