Jangan Berdebat Di Depan Anak

 DJATI FM Banda Aceh,  15-02-2017 11:06:58

  

islam-mengimbau-orang-dewasa-jangan-pernah-lakukan-ini-di-depan-anak-anak-FEwIFRJmPX

 

Radio Djati FM – Dalam membesarkan anak, latar belakang orang tua seringkali dapat memengaruhi proses pola asuh. Untuk itu, sebaiknya setelah menikah, setiap pasangan mulailah berkompromi hal-hal seperti apa yang diinginkan untuk mengasuh Si Kecil saat ia lahir nanti. Sebab jika ayah dan ibu tak kompak mengasuh, apalagi sering berdebat di depan anak, justru anak akan jadi bingung. Misalnya si Ayah ingin putranya sekolah di sekolah negeri karena biayanya murah. Si ibu yang diajak membahas ini langsung protes dengan nada tinggi, bahwa anak mereka seharusnya didaftarkan di sekolah yang baik. Si anak yang mendengarkan pun bingung karena semula yang hanya obrolan santai tiba-tiba-tiba berubah menjadi pertengkaran.

 

Rekan Djati, yang dimaksud orang tua kompak artinya memiliki tujuan dan keputusan yang sama, saling dukung dan berbagi peran, saling menghormati dan menghargai, serta saling menguatkan. Termasuk menetapkan tujuan, bentuk keluarga yang diinginkan, peran terhadap anak, larangan dan perintah, serta prinsip dan nilai hidup yang diharapkan tumbuh di dalam keluarga tersebut. Kalau sudah diputuskan, selanjutnya suami-istri harus konsisten menerapkannya. Jangan biarkan ada ‘kompromi kecil’ di depan anak. Misalnya, ayah melarang nonton televisi, sementara ibu membolehkan. Atau, ibu membatasi uang saku, sementara ayah memberi lebih di luar kesepakatan. Kejadian tersebut pasti sering terjadi disertai alasan tak tega, bukan? Padahal hal tersebut justru berdampak negatif. Anak akan mencari peluang di sisi kelemahan perbedaan prinsip orang tuanya.

 

Lalu bagaimana ya triknya yan Rekan Djati jika istri tak sepaham dengan pendapat suami soal mengambil keputusan saat mengasuh anak? Jangan langsung membantahnya. Hindari memutus atau menyela pembicaraan suami atau istri secara langsung, dan berdebat atau saling beragumen di depan anak. Solusinya, salah satu pasangan harus menahan diri dengan diam sejenak untuk menyimak dan berusaha mengerti yang dimaksud pasangan. Barulah pada saat kondisi sudah lebih nyaman, misalnya, menjelang tidur, lakukan diskusi dan evaluasi. Sampaikan keberatan atau perbedaan tersebut secara baik-baik. Setuju, ya, Rekan Djati? Mulai sekarang mari kurangi kebiasaan spontan berdebat dengan pasangan di depan anak-anak supaya tujuan utama keluarga tercapai.

александр лобановскийновинкихарьков лобановский deeoноутбук asusноутбук intelbiol.com.ru управление репутацией компании в интернетеarabic englishtranslate indianmfxbroker узнать позиции сайта в googleчастные объявления о работе в москвепротивопоказания к ультразвуковой чистке зубовалександр лобановский харьковооо полигон официальный сайтportuguese language translationцерковь возрождение владимир мунтянстоматология сайтuniversal translation services

Komentar

Counting


LATEST TUNE-IN