Kisah Cinta Einstein dan Biolanya

 DJATI FM Banda Aceh,  16-02-2017 15:57:40

  

Albert-Einstein-Violin

 

Radio Djati FM – Elsa Einstein pernah bercerita bahwa ia jatuh cinta dengan sepupunya yang tampan, Albert Einstein, karena alasan yang berbeda: karena dia memainkan Mozart pada biola dengan sangat indah. “Musik membantunya ketika ia sedang memikirkan teori-teorinya,” kata Elsa, yang menjadi istri kedua Albert pada 1919. Fisikawan besar itu sendiri pernah berkata bahwa jika ia tak menjadi ilmuwan, ia tentu akan menjadi musisi.

 

“Hidup tanpa bermain musik tak terbayangkan bagi saya,” begitu kata Enistein yang mendapatkan sebagian besar sukacita dari musik. Semua itu ibarat hubungan asmara yang butuh waktu untuk benar-benar berkilau. Einstein berusia enam tahun ketika Pauline, ibunya yang merupakan pianis andal, mengatur pelajaran biola untuknya. Tetapi alat musik tersebut baru benar-benar patuh padanya ketika ia menemukan sonata biola Mozart pada usia 13 tahun. Dari momen itu, musik menjadi gairah yang kuat baginya.

 

Mozart kemudian menjadi komposer favoritnya, bersama Bach, selama sisa hidupnya. Itu mungkin bukanlah sebuah kebetulan: Seperti yang telah diungkapkan oleh banyak penulis biografi Einstein, musik Bach dan Mozart memiliki banyak kejelasan, kesederhanaan, dan kesempurnaan arsitektural yang sama dengan apa yang selalu dicari Einstein dalam teori-teorinya sendiri. Hal itu mungkin juga menjelaskan kebenciannya terhadap musik yang kurang terorganisir dan lebih emotif dari tokoh-tokoh abad ke-19 seperti Wagner.

 

Di era sebelum kelahiran i-Tunes, Einstein berusaha keras membawa musik bersamanya dalam bentuk fisik. Ia jarang pergi kemana pun tanpa wadah biolanya. Wadah itu tak selalu berisi biola yang sama. Einstein memiliki beberapa biola sepanjang hidupnya, tetapi ia dilaporkan memberi masing-masing biola itu nama panggilan kesayangan yang sama: “Lina”, kependekan dari violin. Dalam perjalanannya, ia sering membawa Lina untuk bermain musik kamar pada sore hari di rumah seseorang, dan ia juga menjalin banyak persahabatan karena musik.

 

Pada tahun 1930-an, ia dan Elsa menetap di Princeton, New Jersey, ketimbang pulang kembali ke cengkeraman Nazi di Jerman. Ia mengadakan sesi musik kamar di rumah mereka sendiri tiap Rabu malam. Karena tidak ada rekaman otentik permainan musik Einstein, perdebatan tentang seberapa bagus permainan musiknya terus berlanjut. Salah satu foto menunjukkan kekeliruan Einstein dalam memegang biola yang membuat guru biola mana pun bergidik ngeri.

 

Namun, bukti menunjukkan bahwa Elsa tidak menjadi sentimental karena kualitas permainan Albert. Einstein terus bermain hingga mendekati akhir hayatnya. Hanya ketika tangan kirinya yang menua tak lagi bisa menekan senar-senar, ia meletakkan Lina secara baik-baik. Tetapi, ia tak pernah kehilangan gairahnya terhadap musik.

qlikview харьков лобановский мунтянвакансии внедрениеПлюс Пиксельноутбук 17travel agencymalibuclub работа по продвижению сайтовyoutube видеоgerman translatorsмаркетинговые компании москвамосква продвижение сайтовпродвижение услуг через интернетконсилер и корректорсео услугиработа никаслобановский александр женабраслет из гранатакупить детскую качелю

Komentar

Counting


LATEST TUNE-IN